Senin, 27 Juli 2026
Pemerintahan

GENERASI SCROLL MENGANCAM! Gareulis Bangun Benteng Literasi dari Jawa Barat

BANDUNG – Serbuan gadget yang makin “menguasai” kehidupan anak-anak menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan. Di tengah derasnya arus digital, minat baca dikhawatirkan terus tergerus. Melihat kondisi itu, Ketua Dewan Pembina Gerakan Literasi Nasional (Gareulis) Jawa Barat sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, angkat bicara.

Menurutnya, kemajuan teknologi memang tidak bisa dibendung. Namun jika anak-anak hanya sibuk menatap layar tanpa diimbangi budaya membaca, masa depan generasi muda bisa menghadapi tantangan besar.

“Ini memang menjadi tantangan kita semua dengan kemajuan teknologi dan gadget yang kini berada di genggaman anak didik kita,” ujar Syahrir.

Alih-alih memusuhi teknologi, Syahrir memilih “melawan” dengan cara yang lebih cerdas. Lewat Gerakan Literasi Nasional (Gareulis), berbagai kegiatan digelar untuk menarik anak-anak kembali akrab dengan buku.

Mulai dari lomba menulis buku, membuat puisi, menggambar komik, hingga beragam kompetisi kreatif lainnya menjadi senjata Gareulis untuk membangkitkan semangat literasi.

Tak hanya siswa yang diajak bergerak. Guru, orang tua, komunitas, hingga masyarakat sekitar ikut dilibatkan agar budaya membaca tidak berhenti di ruang kelas.

“Talenta-talenta literasi inilah yang kami harapkan mampu memicu semangat anak-anak bangsa untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam dunia pendidikan,” katanya.

Aksi Gareulis pun tak berhenti di perlombaan. Organisasi ini juga membangun perpustakaan berbasis komunitas. Buku-buku hasil sumbangan anggota ditempatkan di lingkungan permukiman, sekolah, hingga ruang publik agar mudah dijangkau masyarakat.

Langkah tersebut diyakini mampu membuka akses membaca yang lebih luas, terutama bagi anak-anak yang mulai akrab dengan hiburan digital.

Syahrir menegaskan, literasi bukan sekadar slogan atau kegiatan seremonial. Di era banjir informasi, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi benteng agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

“Ini adalah wujud komitmen kami dalam menumbuhkembangkan budaya literasi di Jawa Barat hingga tingkat nasional. Kami akan terus mengembangkan berbagai talenta literasi agar lahir generasi yang benar-benar literat,” tegasnya.

Bagi Gareulis, perjuangan hari ini bukan sekadar mengajak anak membuka buku, tetapi juga memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan menghasilkan karya, bukan hanya sibuk menggeser layar ponsel. (INN)

Tags:Kabupaten Bekasi


Baca Juga