
Warga Soroti Seleksi BPD Muktiwari, Diduga Tak Transparan
kabupaten Bekasi – Tokoh masyarakat Desa Muktiwari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, kecewa terhadap Panitia Pembentukan Badan Permusyawartan Desa (BPD) setempat.
Pasalnya, dalam memilih bakal calon anggota BPD diduga panitia tidak transparan dalam menentukan orang-orang yang akan duduk, apakah benar mewakili masyarakat Desa Muktiwari apa tidak. Hal ini disampaikan Syarifuddin Hidayat alias Egay, Selasa (14/4)
“Saya menduga acara besok Rabu 15/4/2026, dalam pemilihan dan penetapan anggota BPD tidak didasari oleh musyawarah kepada masyarakat, atau tidak adanya notulen” kata Egay, panggilan akrab Syarifuddin Hidayat.
Egay menjelaskan, dari hasil musyawarah masyarkat Desa Muktiwari tersebut baru bisa ditentukan orang-orang yang akan dipilih apakah telah benar benar mewakili masyarakat desa sehingga diangkat menjadi tokoh.
“Apakah yang menjadi tokoh tersebut sudah mewakili masyarakat Desa Muktiwari, apa belum. Misalnya si A, dari tokoh mana, si B dari tokoh mana. Serta dibuktikan juga KTP para tokoh-tokoh tersebut, jangan orang dari luar diangkat atau dijadikan tokoh masyarakat, ” jelasnya.
Sementara, Ketua Panitia Pembentukan Badan Permusyawartan Desa (BPD) Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Husin Syahrullah, menyangkal terkait adanya dugaan pengkondisian dalam pemilihan bacalon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.
Diri nya mengklaim pelaksanaan Pembentukan Badan Permusyawartan Desa (BPD) Muktiwari dilaksanakan secara profesional dan sesuai aturan yang ada .
“Kami panitia profesional dan tidak ada kepentingan mau yang jadi siapapun ya terserah,” kata Husin, ketika dihubungi media.
(Red)