Jumat, 17 April 2026
Pemerintahan

BPBD Kabupaten Bekasi Imbau Masyarakat Tetap Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

CIKARANG PUSAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meskipun wilayah Kabupaten Bekasi diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bekasi adalah H. Muchlis, S.Sos, MAP mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.

“Secara prediksi kita mulai memasuki musim kemarau, namun kondisi di lapangan saat ini masih terdapat hujan di sejumlah wilayah. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Bekasi masih berstatus siaga darurat bencana berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.508-BPBD/2025 yang berlaku hingga 30 April 2026. Status tersebut mencakup potensi banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, hingga tanah longsor.

Menurut H. Muchlis, kondisi peralihan musim seperti saat ini berpotensi memicu berbagai bencana, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menghemat pemakaian, serta segera memperbaiki kebocoran. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah guna mencegah risiko kebakaran.

Di sektor pertanian, masyarakat didorong untuk beradaptasi dengan menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan, mengatur jadwal tanam, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber air.

Selain itu, warga diimbau menjaga kelestarian lingkungan dengan mempertahankan vegetasi dan aktif dalam kegiatan pelestarian. Dalam aspek kesehatan, masyarakat diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari penyakit akibat debu serta memastikan ketersediaan air bersih.

Tak kalah penting, masyarakat juga diminta untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

“Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi risiko kekeringan serta menjaga ketahanan air dan pangan di tengah perubahan musim,” tambahnya.

Imbauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan BPBD Provinsi Jawa Barat yang meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Melalui upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap masyarakat semakin siap menghadapi dinamika cuaca serta memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana, baik pada masa peralihan maupun saat puncak musim kemarau. (red)

Tags:Kabupaten Bekasi


Baca Juga