
CIKARANG UTARA – Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai merealisasikan relokasi pedagang pasar tumpah yang selama ini berjualan di badan jalan ke lokasi pasar resmi. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, meninjau langsung proses pemindahan ratusan lapak pedagang di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikarang Utara, Jumat (13/02/2025).
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, memastikan relokasi berjalan tertib dan mendapat pengawasan ketat dari lintas unsur, mulai dari TNI, Polri, aparatur desa, kecamatan, hingga tokoh masyarakat. Relokasi dilakukan dengan memindahkan sekitar 500 lapak pedagang dari bahu Jalan Raya ke area pasar baru yang berada di sekitar Jalan Tumaritis arah perlintasan kereta api, tepatnya di kawasan pasar depan Ramayana.
“Alhamdulillah hari ini kita meninjau langsung lokasi pemindahan pedagang. Relokasi dilakukan dengan mengembalikan fungsi jalan raya sebagaimana mestinya dan mengarahkan aktivitas jual beli kembali ke dalam pasar,” ujar Asep.
Menurutnya, relokasi ini menjadi langkah penting untuk mengurai kemacetan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menata aktivitas perdagangan agar lebih tertib dan nyaman. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti area parkir, pengelolaan sampah, serta perbaikan saluran air guna mengantisipasi genangan.
“Drainase di bagian depan pasar akan kita rapikan dan dicor ulang agar tidak tergenang. Semua kita benahi sambil berjalan, yang terpenting hari ini pedagang sudah berpindah dulu,” katanya.
Asep menegaskan, setelah relokasi berjalan dan penataan selesai, aktivitas pasar diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia menilai, perdagangan yang berlangsung di dalam pasar jauh lebih tertib dibandingkan aktivitas jual beli di badan jalan.
“Kalau mau berdagang, tempatnya ya di pasar. Sama seperti sekolah, tempatnya di sekolah, bukan di jalan. Ini soal fungsi dan ketertiban,” tegasnya.
Terkait pengawasan, Asep memastikan pemerintah tidak akan lengah. Ia menjamin tidak ada praktik pungutan liar di area pasar yang baru direlokasi. “Ini akan kita awasi terus. Insya Allah bebas dari pungli karena aktivitas sudah berada di dalam pasar,” ujarnya.
Selain itu, Asep juga menyampaikan bahwa kondisi bangunan Pasar Ramayana akan dievaluasi secara teknis bersama dinas terkait. Mengingat pasar tersebut telah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali, pemerintah akan menilai kelayakan konstruksi bangunan sebelum difungsikan kembali.
“Kalau konstruksinya masih kuat dan aman, akan kita perbaiki. Tapi kalau sudah tidak layak, bisa saja kita bongkar demi keselamatan,” jelasnya.
Sementara itu, Abun Nurhasan salah satu pedagang pasar Cikarang menyambut baik langkah relokasi yang dilakukan pemerintah. Salah seorang pedagang mengaku siap direlokasi, asalkan didukung oleh masyarakat dengan berbelanja di lokasi pasar yang telah disediakan.
“Kami siap ditata dan direlokasi. Harapannya masyarakat juga mau belanja ke sini, jangan lagi ke pinggir jalan. Pedagang ini hidup dari modal sendiri, jadi perlu dukungan semua pihak,” ujarnya.
Abun menilai pasar tradisional merupakan aset daerah dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Karena itu, ia berharap pemerintah benar-benar membenahi fasilitas pasar secara maksimal, tidak setengah-setengah.
“Pedagang itu aset. Barometer maju-mundurnya ekonomi masyarakat juga ada di pasar. Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap keberlangsungan pedagang,” katanya.
Ia juga menanggapi isu perebutan lapak yang sempat mencuat. Menurutnya, kondisi tersebut hanya terjadi karena proses penataan yang masih berjalan dan kedatangan pedagang secara bertahap, sehingga terkesan semrawut.
“Itu bukan perebutan, hanya proses penataan karena pedagang baru datang. Nanti kalau sudah tertata, semua akan rapi,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap relokasi pasar tumpah Cikarang ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman, sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi pedagang pasar tradisional di wilayah Cikarang Utara. (red)