Jumat, 27 Maret 2026
Ekbis

Puluhan Pengunjung Padati Jababeka Harmony Festival 2026 di Cikarang

CIKARANG PUSAT  — Jababeka Harmony Festival 2026 yang digelar selama tiga hari, 6–8 Maret 2026, sukses menarik puluhan ribu pengunjung di kawasan Hollywood Junction dan Kota Jababeka Cikarang. Festival ini memadukan kegiatan budaya, ekonomi kreatif, dan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Jababeka Tbk ini menjadi ruang pertemuan komunitas budaya, pelaku industri global, keluarga, hingga pelaku UMKM lokal. Beragam aktivitas berlangsung sepanjang festival, mulai dari pertunjukan budaya, bazar ekonomi kreatif, hingga kegiatan sosial.

Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraini, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini membuktikan bahwa kota yang maju adalah kota yang menghargai setiap perbedaan. Ketika masyarakat merasa nyaman dan harmonis, daya beli akan meningkat secara alami,” ujarnya.

Salah satu agenda utama festival adalah Kirab Multibudaya yang kembali digelar setelah satu dekade vakum. Parade budaya ini diikuti ribuan peserta dari berbagai komunitas budaya dari sejumlah kota di Indonesia.

Kirab tersebut menampilkan 15 tandu atau joli, 12 liong naga berukuran besar, serta puluhan barongsai yang bergerak dalam satu arak-arakan. Tidak hanya komunitas seni budaya, tenant industri dan perwakilan masyarakat juga turut berpartisipasi dalam parade tersebut.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Direktur Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi dan Vega Violetta Puspa, Presiden Direktur PT Padang Golf Cikarang Setiawan Mardjuki, serta Presiden Direktur (CEO) PT Mustika Ratu Tbk Bingar Egidius Situmorang.

Selain itu hadir pula Ketua Umum Wiranusa Indonesia Aisyah Ayu, Pendiri Yayasan Dharmaphala Humanitarian Society Lie Kok Beng, serta Frista Yufi Amarta Putri yang merupakan Puteri Indonesia 2025 sekaligus Miss Supranational Asia & Oceania 2025.

Festival ini juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 100 tenant dari sektor makanan dan minuman, fesyen, serta kerajinan tangan berpartisipasi dalam bazar yang diselenggarakan selama acara berlangsung.

Ketua Umum Wiranusa Indonesia, Aisyah Ayu, menyatakan kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kawasan modern dapat bersinergi dengan pelaku usaha kecil untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menyebut beberapa tenant bahkan melaporkan peningkatan omzet hingga berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa.

Selain kegiatan budaya dan ekonomi, festival juga diisi dengan program sosial berupa pengumpulan barang layak pakai dan pembagian paket sembako bagi warga sekitar.

Direktur Jababeka Infrastruktur, Vega Violetta Puspa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan pembangunan kawasan berjalan seiring dengan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Penyelenggaraan festival ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi kawasan Jababeka sebagai kota mandiri yang tidak hanya berfokus pada sektor industri, tetapi juga berkembang sebagai destinasi gaya hidup dan pusat aktivitas komunitas di wilayah timur Jakarta. (red)

 
Tags:Jababeka


Baca Juga