
JABABEKA – Menandai awal tahun 2024 dengan langkah monumental, Jababeka Residence mengumumkan kedatangan dua mega investor asal Jepang yakni Mitsui Fudosan Asia (MFA) dan Keihan Group, yang akan menanamkan investasi signifikan di kota integrasi Jababeka. Berbekal keyakinan tinggi, MFA menyuntikkan dananya lebih dari Rp800 miliar, sedangkan Keihan Group turut membenamkan investasi senilai lebih dari Rp400 miliar. Keberhasilan Jababeka Residence selama ini menjadi daya tarik utama bagi kedua investor kawakan Jepang dan meyakini bahwa Jababeka akan menjadi kota mandiri yang lebih sukses di beberapa tahun mendatang.
Investasi yang cukup fantastis ini tidak hanya mencakup satu klaster hunian tapak, melainkan melibatkan lebih dari 3 klaster yang akan menjadi titik awal transformasi signifikan di Kota Jababeka. “Masuknya MFA dan Keihan Group di Jababeka merupakan dorongan positif yang tidak hanya akan mengangkat citra kawasan, tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi Cikarang dan pengembangan infrastruktur yang lebih lanjut,” ujar Presiden Direktur Jababeka Residence, Sutedja Darmono.
Mitsui Fudosan Asia (MFA) yang merupakan anak perusahaan dari Mitsui Fudosan Co., Ltd, mengungkapkan antusiasme dan proyeksi yang tinggi terhadap sektor properti Tanah Air. MFA pun telah memasuki pasar properti Indonesia sejak tahun 2012, dengan merambah lebih luas dan melakukan ekspansi jaringan bisnisnya melalui investasi ke segelintir pengembang nasional. Kini, MFA tertarik pada potensi besar yang dimiliki oleh koridor Timur Jakarta, khususnya di Kota Jababeka yang terletak di jantung Cikarang.
“Mengingat prestasi Jababeka sebagai pengembang township seluas 5.600 hektare, maka kami melihat ada potensi besar yang dapat dikembangkan lebih lanjut di masa depan. Kami yakin bahwa pasar real estat Indonesia akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang pesat,” ujar Hiroyuki Sato, Executive Director Mitsui Fudosan (Asia) Pte. Ltd.
Melalui investasi sebesar Rp800 miliar, MFA bersama Jababeka Residence akan membangun 808 unit properti yang terbagi dalam 622 unit rumah tapak dan 186 unit ruko. Proyek tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 85.500 meter persegi.
Sementara itu, Keihan Group yang baru pertama kalinya membenamkan investasi di Indonesia dan langsung memilih Jababeka, akan mengembangkan sebuah klaster yang berlokasi di tengah lapangan golf Jababeka Golf & Country Club. Hideki Kobayashi selaku Chief Keihan Real Estate menyebut, “Kami sangat selektif dalam memilih mitra kerja, terutama karena ini merupakan proyek properti pertama Keihan di Indonesia. Kami memutuskan untuk bekerja sama dengan Jababeka karena kami punya visi yang sama,” tegasnya.
Jababeka saat ini telah menjadi kota yang hidup dan lengkap dengan berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga gaya hidup. Dengan pusat perbelanjaan dan berbagai moda transportasi seperti kereta commuterline, shuttle bus, dan rencana moda masa depan seperti MRT, Jababeka sangat ideal sebagai destinasi tempat tinggal. Meskipun bangunan industri terlihat lebih mendominasi, namun area hunian pun tak kalah mengungguli wajah Jababeka lantaran sudah ada lebih dari 1.000 unit hunian yang terbangun. Jababeka terus berupaya dan berkomitmen untuk membangun kota terpadu yang dapat dihuni masyarakat serta pelaku bisnis dengan rasa aman, nyaman, dan bangga.
“Hingga saat ini sudah ribuan hunian tapak maupun tingkat yang berhasil kami serah terimakan dalam kondisi yang sangat baik. Ini terbukti dengan jarangnya didengar mengenai keluhan terhadap Jababeka. Untuk okupansi hunian sendiri saat ini bisa dibilang mendekati 100%, yang mana terlihat dari tidak ada rumah atau apartemen yang kosong, serta ramainya pusat komersial,” ungkap Managing Director Jababeka Residence, Marcus Lee.