
KABUPATEN BEKASI – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah, DKM Masjid Darussalam Tambun Selatan mengadakan bersih-bersih masjid pada Minggu (23/02/2025). Diharapkan para jamaah dapat menjalankan ibadah tarawih dengan khusyu dan nyaman di Masjid Darussalam Mekarsari Tambun Selatan.
“Ya satu minggu lagi kita akan menghadapi bulan suci Ramadan, dengan masjid yang bersih mudah-mudahan membuat para jamaah Masjid Darussalam nyaman dan tenang menjalani ibadah, terutama saat tarawih berjamaan di masjid ini,” ujar Ketua DKM Masjid Darussalam, H. Edi Siswanto.
Dengan ibadah khusyu, H. Edi Siswanto berharap para jamaah mendapatkan pahala yang baik dari Allah SWT. Selain itu, Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa yang sangat ditunggu kedatangannya oleh umat Islam.
Hal ini terbukti dari keberadaan amalan yang diwajibkan hanya di bulan Ramadhan seperti puasa dan sejumlah keutamaan lain yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits.
Sebagian ulama membagi bulan Ramadhan dengan tiga fase: fase pertama awal Ramadhan sebagai fase rahmat, 10 di tengahnya sebagai fase maghfirah, dan 10 akhirnya sebagai fase ‘itqun minan-naar (pembebasan dari api neraka).
Walaupun nanti memasuki akhir bulan Ramadhan, tetapi tidak sedikitpun berkurang keutamaan bulan Ramadhan ini. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut. (HR. Muslim).
Ada lima keutamaan bulan Ramadhan, pertama bulan diturunkannya Al-Qur’an. Allah menurunkan kitab suci Al-Qur’an yang mulia sebagai petunjuk untuk umat manusia, sebagai obat penawar untuk kaum mukminin, dan penunjuk untuk mereka yang lebih lurus, penyuluh ke jalan yang benar.
Merujuk pada keutamaan ini, umat Islam dapat memperbanyak membaca Al-Qur’an selama berada pada bulan suci ini karena membacanya satu huruf bernilai satu kebaikan yang akan dilipatgandakan pahalanya sampai dengan sepuluh.
Kedua Bulan Kesabaran, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa pada bulan Ramadan.
“Puasa Ramadan akan melatih kita makna kesabaran karena sabar adalah setengah dari iman dan puasa adalah setengah dari kesabaran. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan juga segala hawa nafsu lainnya termasuk di dalamnya amarah,” jelas H. Edi Siswanto.
Ketiga Bulan Penuh Berkah, Bulan Ramadhan juga disebut dalam hadits sebagai bulan penuh berkah. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah SWT telah mewajibkan kepada kalian berpuasa di dalamnya, barangsiapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang”.
“Berkah dimaksudkan adalah bertambahnya kebaikan-kebaikan pada bulan yang penuh dengan kemuliaan ini di antaranya dilipatgandakannya pahala, doa-doa diijabah, taubat diterima dan dosa-dosa diampuni Allah, SWT,” tambahnya.
Keempat Bulan Dibukanya Pintu Surga, makna pintu surga dibuka adalah masukilah pintu kebaikan yang merupakan dorongan bagi setiap muslim untuk meningkatkan ibadah selama bulan suci Ramadhan.
Makna pintu neraka ditutup merujuk pada upaya manusia menutup pintu maksiat dan syahwat sehingga tidak adanya dosa-dosa bagi orang-orang yang beriman.
Sedang Makna setan-setan dibelenggu adalah usaha manusia memenjarakan perilaku setan pada dirinya.
Kelima Bulan yang Terdapat Malam Lailatul Qadar, disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Qadr, malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam surat Al Qadr ayat 1-5.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabbnya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”
Dijelaskannya, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang mendirikan sholat pada Lailatul Qadar karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (**)